Selasa, 21 April 2015

Senandung Rindu Purnama

Tak ada yang salah dari rindu seindah purnama.
Tak ada yang salah dari rindu kamu, Purnama.
Hanya batas waktu dan jarak, diantara kita
yang menjadi problema.

Tak ada satu kata yang terucap saat rindu menyelinap.
Mengetuk. Lalu berdiam diri mengusik pikiranku.

Walau hanya dalam hembusan napas,
rindu tak pernah sedikit pun terlepas.

Purnama. Walau jiwa raga tak berdampingan
dan kita tak saling bertatapan, ketahuilah keindahanmu
juga tak pernah membuatku
jemu merindu...

Senja Di Kaca Jendela

Tak ada yang lebih memukau dari pemandangan senja di kaca jendela.
Senja yang selalu menyimpan banyak rahasia.
Senja yang penuh dengan cinta.

Tak ada yang lebih memukau dari pemandangan senja di kaca jendela.
Senja yang selalu menampilkan gradiasi warna,
seperti sebuah rencana yang tak pernah terencana.
Senja yang penuh dengan derita.

Di balik kaca jendela, aku menikmati senja.
Menikmati keindahannya.
Menyelami warna-warnanya.
Indah.
Dan aku tenggelam dalam samudra senja.

Semakin gelap. Senja pun lenyap.

Tak ada yang lebih memukau dari pemandangan senja di kaca jendela.
Dan senja selalu punya banyak cerita yang tak terduga.