Rabu, 03 Oktober 2018

Purnama Ep.2 - #CeritaIsengHani

...

Entah apa yang sedang aku rasakan sekarang. 
Aku tidak butuh apa-apa lagi selain bersama purnama. 
Hampir 12 tahun aku selalu melakukan apapun bersama dia. 
Seperti ditto dan ayu ya hehe. 

Tapi aku juga tidak kalah ko sama milea, surat surat yang dilan kasih ke milea, aku juga merasakan hal itu. Ya tentu saja, suratnya dari purnama bukan dari dilan. Dan sampai sekarang jika aku baca lagi suratnya bikin aku ketawa ketawa sendiri malu malu. 

Aku suka surat purnama. 
Terlihat lebih jujur, jika dibandingkan kalo dia kirim pesan melalui handphone.

...

Purnama tau sekali aku tidak suka kejutan, walau begitu selalu saja dia penuh kejutan tanpa sengaja. Seperti, tiba-tiba datang ke rumah hanya memberi kue brownies kesukaanku, lalu tiba-tiba ngajak nonton teater, beli eskrim, hunting foto, beli sepatu, bikin super mini studio foto, bikin film, melukis, ah pokonya banyak deh hal-hal kecil yang tidak pernah aku duga dan bisa aku lakuin sendiri tapi bersamanya semua bisa, apapun itu.

Kamu itu genius dan liar, purnama. 
Selalu saja bisa membuktikan apa yang menurutmu harus dibuktikan. Realistis.

...

Aku dan purnama, punya karakter dan sifat saling berbanding kebalik. Mungkin karena itu aku dan dia bisa dekat sampai sekarang. Bingung kan. Gak jaranglah kalo aku sama dia beda pendapat dan saling berargumen karena sudut pandang yang berbeda. 

Tapi dari dia, aku bisa tau segala hal sekalipun aku tidak mau tau sebelumnya dan tidak sedikitpun kepikiran akan memikirkannya.

...

Mungkin apa yang kalian lihat itu hanya sebagian kecil yang paling buruk dari sebagian besar kehebatannya. Percayalah, purnamaku itu genius. 

Dan bagiku, dia seperti awan, hujan, dan senja yang sedang berkumpul jadi satu.
Walau cuek dan sedingin rangga, atau sebodoamat dan setengil nathan, aku tau tuhanku menciptakannya atas dasar cinta yang sangat besar. Karena aku merasakannya.

..

Aku pernah hampir kehilangan dia untuk selamanya. 
Dan aku tidak ingin itu terjadi untuk kedua kalinya. 
Tuhanku pasti jaga dia untuk aku. Aku percaya itu.

Dan kamu, hey purnama.
Terimakasih ya sudah sekian lama menjagaku yang penuh drama ini. 
Mari kita buat ending kisah kita dengan penuh bahagia. 
Sampai nanti, sampai scene terakhir kita akan kembali kepadaNYA.

Hani, Tangerang 2018

Selasa, 02 Oktober 2018

Purnama Ep.1 - #CeritaIsengHani

Hallo. Seperti judulnya, aku akan menceritakan semua tentang purnama

Eh ga deh, tapi secara singkat aja ya, karena pekerjaanku masih banyak. 

Belum lagi harus membantu bunda, biar masuk sorga. Hehehe

Sebenarnya, Aku sih tidak mau mengkisahkannya seperti cerita Rangga dan Cinta, Nathan dan Salma, Dilan dan Milea, Dito dan Ayu, atau apapunlah yang sudah kalian kenal dan hafal kisahnya. Walaupun mungkin kisahnya kurang lebih sama. 

Tapi ini kisahku. Kisah ku dengan purnama.

Banyak dari mereka yang sering sekali mengatakan hal-hal yang tidak aku suka untuk di dengar bahkan beberapa diantaranya pun ada yang melarang kedekatanku dengan purnama. Memang sih apa yang dikatakan mereka tentang purnama sering sekali benar. Aku mengakui hal itu. 

Lantas apa mereka berhak untuk merasa jadi yang paling benar?

Barangkali kisah ku memang tidak sesempurna kisah yang sudah dialami oleh kebanyakan orang. Rumit. Bahkan lebih rumit dari perkiraan ku sendiri.

Haha sudahlah tidak baik ya sepertinya jika awal mula kisah, aku sudah menceritakan soal rumit. Karena aku sendiri pun tidak tau letak kerumitannya. 

Aku hanya perlu purnama, untuk meluruskan semua yang rumit. 
Dan hanya dia yang bisa.

Kalian harus tau, betapa beruntungnya aku memiliki purnama ku sendiri. 
Satu-satunya orang yang selalu bisa bikin aku ketawa dalam kondisi hal apapun. 

Dan tidak ada satu alasan aku tidak bahagia bersama purnama

Kamu percaya, pertemuan pertama adalah hal yang paling penting untuk kita saling terhubung? Aku percaya. 

Pertemuan ku dengan purnama mungkin terbilang seperti cuplikan film anak sekolah. 
Kelas 3 SMP, ya masih dalam fase menuju remaja. Jujur aku ini pendiam. 
Dan susah sekali memulai pertemanan. Buktinya masuk kelas 3 SMP aku tidak kenal satu pun teman di kelas ku sendiri. Sempat gelisah sedikit, tapi ah aku tidak peduli. 
Aku pikir yang paling penting saat itu, aku dapat kursi untuk duduk dan meja untuk aku menulis juga mengikuti pelajaran. Urusan teman bisa berkenalanlah nanti. 

Ada kursi kosong paling belakang dan disamping anak laki-laki yang sedikit terlihat gemulai padahal kalau tidak salah yang ku dengar laki-laki itu anak basket, yang seharusnya terlihat keren. Ya sudahlah tidak apa-apa yang penting aku duduk. Walaupun kursinya goyang-goyang dan mungkin jika ada kaki jail yang menyenggolnya, aku terjatuh. 

Kalian tau, kelas ku adalah campuran dari anak-anak yang berenergi super. Semua hobi ngomong dan ketawa. Berisik. Bukan karena aku tidak suka, tapi karena aku belum kenalan aja satu persatu. Ditambah kursi ku yang goyang-goyang bikin malas bergerak dan berkenalan sama temen-temen. 

Diantara banyaknya orang di kelas itu, purnama lah yang pertama kali menyapa sekaligus memberikan kursinya untukku. Terlihat cuek tapi sangat peduli. Bahkan sampai detik ini aku mengenalnya, sifat itu tidak pernah berubah. Cueknya memang agak mengganggu tapi rasa pedulinya bikin aku bangga punya kamu, purnama. 

Percaya deh, kalo dia baca pasti langsung bilang "apaansih han, lebayy". Hahaha!

Berawal dari kursi sekolah itulah aku dan purnama terhubung. Berteman. Bersahabat. Entahlah apa sebutannya, yang jelas selalu ada purnama di hidupku. Begitu pun aku, selalu bersamanya walau kita berjarak namun kita saling butuh.

Barangkali purnama ku tidak sama sepertimu, purnama ku hobinya menghilang. 
Selalu membuat cemas yang menggemaskan. Menyebalkan sekali. 

Kalau ada orang yang bilang "komunikasi itu penting", kayanya tidak bagi purnama. Cuek ya purnama ku. Pokonya jangan tanya aku deh gimana rasanya. Kalian juga pasti tau persis ko rasanya. Untung aku sayang. Dan sepertinya, tuhanku memang sengaja menciptakan purnama lalu dikirim ke bumi dan bertemu denganku itu supaya aku bisa sayang. Atau jangan jangan dia alien yang menyamar jadi manusia untuk menculikku lalu dibawa ke planet lain di luar bumi hehe kejauhan ya.

Selain hobinya menghilang, purnama ku itu unik. 

Eh tunggu, unik dan kacau. 

Gimana ga kacau coba, pernah pada malam hari aku dan dia kelaparan. 

Dan satu-satunya makanan hanya ada pop mie tanpa ada air panas. 
Lalu dia menyuruhku untuk seduh pop mie menggunakan air shower panas, ya yang sebelumnya dia sangat meyakinkan aku kalau air shower panas itu air matang. 
Aku percaya gitu? 
Ya enggaklah, tapi, tetap aku seduh sih pakai air shower panas itu. 
Aku lapar gimana dong. Kacau ya. Tapi enak juga lho pop mienya. 
Kalian harus coba seduh pakai air shower panas. Matang ko, kata purnama.

Aneh sih kenapa aku bisa sedekat ini ya dengan purnama. 

Padahal sejak SMP, aku tidak pernah terpikir akan sejauh ini kedekatannya. 

Bahkan untuk tau semua kisah atau perjalanan hidupnya, termasuk percintaannya. 
Walau kadang, aku juga yang ikut menjodoh-jodohkannya. Hihi

Skenario dari tuhan memang ajaib. 

Aku beruntung diciptakan berbarengan dengan purnama di satu frekuensi. 
Karena kalau tidak, aku tidak akan merasakan pop mie senikmat itu. 
Dan mendapatkan kursi sekolah terbaik di kelas 3 SMP.

Sudah dulu ya cerita singkat hari ini akan aku lanjut besok, sekarang aku mau tidur karena lupa belum sempat tidur.

Hani, Tangerang 2018

Kamis, 22 Maret 2018

Kamu itu apa? - #1

Hai, kamu ini sebenarnya
manusia atau alien sih?

Gampang sekali berubah-ubah.
Ajaib.
Tetap bersamaku ya.


Hani, 2018.

Rabu, 07 Februari 2018

COBA-COBA REVIEW FILM #DILAN1990 - (Review Amatir)

Hallo... Setelah sekian lama ya tidak belajar nulis akhirnya malam ini saya ingin mencobanya lagi hihi. Bismillah ya, doain.


Sempet mikir sih mau coba nulis apa ya? ... 
Hm oke saya memutuskan untuk pertama kalinya coba mereview sebuah film, yaitu film adaptasi dari sebuah novel karya Pidi Baiq; Dilan 1990
Kenapa harus review film Dilan 1990? 
Karena saya suka (novelnya haha bercanda) dan termasuk film yang saya tunggu-tunggu. 


Gini gini sebelumnya saya mungkin agak kecewa karena awal mula liat trailernya Dilan, langsung ngomong dalam hati; 

"ko Iqbal junior? ih gombalnya kaku? kalimat kalimatnya kenapa jadi gitu heh, di novel kan 'ngena banget and blablabla..." 

Pokona teh kumaha nya imajinasi dan ekspektasi saya tuh yah Dilannya mungkin Adipati atau Jefri Nichol hahaha! Yah kumaha atuh ya dek Iqbal namanya juga umur 25 tahun ekspektasi sama imajinasi Dilannya maunya yang "mateng" aja gitu hahahaha

But, it's okay. Sebenarnya Iqbal cuma kegantengan aja ko jadi Dilan (bukan berarti Adipati sama Jefri Nichol ga ganteng ya. Ganteng ko. Cuma ayah Pidi mungkin maunya yang setengah mateng krenyes krenyes wkwk) dan orang-orang yang punya ekspektasi seperti saya yah itu hanya sedang tidak percaya diri aja. Gitu bal~~



Oke. 
Jadi saya mulai liat-liat trailernya, promo filmnya, mengingat kembali kalimat per kalimat di novelnya, semuanya deh tentang Dilan❤ 
Hal ini saya lakukan untuk meluruskan lagi tentang apa yang dibaca dengan imajinasi atau ekspektasi setiap orang pasti akan berbeda-beda. 
Betul sih. Ga ada yang salah. Yang salah saipul jamil. #krik

25 Januari 2018 lalu adalah hari tayang perdana film Dilan 1990 di seluruh bioskop Indonesia.
Dan saya termasuk orang yang nonton perdana filmnya. Hore, jangan? Hore dong. Jarang-jarang nonton perdana film. Apalagi film drama.

Wait, saya ga nonton sendiri ko. Sama Ari. Siapa Ari? Ariku, dari tahun 2007 haha apaansih. Tumben, si Ari mau. Yah walaupun sepanjang film selalu bilang "Emang gitu han di novelnya?" hmhh bikin tarik napas panjang. Hahaha...

Dan fyi, saya nonton dua kali lho. Tepuk tangan. 
Ini film drama yang saya tonton sampai dua kali di bioskop. Kualat kecewa sama Iqbal. Hahaha. 
Ga ga bukan sama Ari lagi ko, yang kedua kalinya saya nonton sama keponakan. Kayanya keponakan saya nonton, justru bukan karena filmnya. Tapi karena dia fansnya Iqbal. Kenapa? Karena setelah selesai nonton, cita-citanya berubah jadi ingin menikah dengan Iqbal huft-____-

Baik. Dua kali nonton, menurut saya film ini, bapernya lumayan. Lumayan bikin baaaaper mulu.
Ah! Terbukti dari beberapa penonton abg abg yang histeris liat Dilan yang lagi gombalin Milea. Emang Iqbalnya juga sih! meraninnya kenapa harus lucu, semanis dan seimut itu. Kan kesel. Gemes. Pengen gendong.



Lumeeerrrr lumeeerr bal hati neng.
Iya. Iya saya salah ternyata Iqbal pas banget berperan jadi Dilan. Bikin susah move on.

Vanesa sebagai Milea juga berhasil memerankan adegannya dengan cukup menggemaskan. Saya gak paham juga sih, Vanesa ini kan adik dari Sisy Priscillia, kenapa bisa mirip banget gitu ya. Dulu ibunya pas hamil nyidam apa si? Ko bisa gitu anak perempuannya kalo akting. Gemes gemesin banget. Lucu.



Para pemain yang terlibat juga cukup bagus memerankan adegannya masing-masing. 
Ya saya percayalah, ayah Pidi pasti memilih pemain yang tidak main-main dan sudah pasti juga melalui proses yang cukup panjang. 4 tahun yang lalu novel Dilan 1990 ini terbit, dan menggemparkan seluruh masyarakat pembaca. Dan tahun 2018 ini kembali meramaikan lagi dengan diadaptasikannya novel tersebut ke sebuah film bergenre drama. Keren. 12 hari 4juta penonton. Jangan lupa sedekah. Hahaha


Dilan ini memang istimewa karena keunikannya. Sayang, latar film '90annya menurut saya agak kurang. Susah juga kali ya tahun 2018 dijadiin 1990. Anyway, salut buat Iqbal, Vanesa, dan para pemain juga tim film Dilan 1990 untuk segala kerja keras serta usahanya. Saya tau proses pembuatan film memang susah. Jangankan film layar lebar. Film pendek aja meuni riweuh prosesnya teh. Hihi



Oke, baik. Untuk film ini nilainya 80% hampir sempurnalah ya, 20% marketing pemasarannya yang oke banget sampe bisa menarik jutaan penonton hahaha. Namun menurut saya tetep sih the best novelnya❤ karena di setiap kalimatnya itu bikin kita jatuh cinta lagi aja dengan cara yang sederhana.

Mungkin bener, kalo mau nonton film Dilan ini yang paling penting adalah -memasukkan kembali jiwa abg '90an ke dalam raga kita- agak susah memang. Apalagi nontonnya bareng abg zaman now, baru di 'hai' in juga baper hadeh...

Sekian dulu aja ah dari saya untuk review film Dilan 1990, ga akan ada abisnya liat adek adek gemes ini, maunya ikut nimbrung aja gitu hahaha. Sayang, saya sudah punya Dilan versi saya☺❤ panglima juga ko. Waktu zamannya.

Terimakasih ayah Pidi, keisengan mu menulis dan memfilmkan tulisanmu membuat banyak orang mesam mesem sendiri mengingat masa lalunya. Termasuk saya❤❤❤ 
Ditunggu kelanjutannya, Yah.



Salam Rindu, Hani.
*maafkan jika garing, namanya juga coba-coba. sambil iseng ga bisa tidur. ga apa apa ya yang penting usaha.