Hallo... Setelah sekian lama ya tidak belajar nulis akhirnya malam ini saya ingin mencobanya lagi hihi. Bismillah ya, doain.
Sempet mikir sih mau coba nulis apa ya? ...
Hm oke saya memutuskan untuk pertama kalinya coba mereview sebuah film, yaitu film adaptasi dari sebuah novel karya Pidi Baiq; Dilan 1990.
Kenapa harus review film Dilan 1990?
Karena saya suka (novelnya haha bercanda) dan termasuk film yang saya tunggu-tunggu.
Hm oke saya memutuskan untuk pertama kalinya coba mereview sebuah film, yaitu film adaptasi dari sebuah novel karya Pidi Baiq; Dilan 1990.
Kenapa harus review film Dilan 1990?
Karena saya suka (novelnya haha bercanda) dan termasuk film yang saya tunggu-tunggu.
Gini gini sebelumnya saya mungkin agak kecewa karena awal mula liat trailernya Dilan, langsung ngomong dalam hati;
"ko Iqbal junior? ih gombalnya kaku? kalimat kalimatnya kenapa jadi gitu heh, di novel kan 'ngena banget and blablabla..."
Pokona teh kumaha nya imajinasi dan ekspektasi saya tuh yah Dilannya mungkin Adipati atau Jefri Nichol hahaha! Yah kumaha atuh ya dek Iqbal namanya juga umur 25 tahun ekspektasi sama imajinasi Dilannya maunya yang "mateng" aja gitu hahahaha
"ko Iqbal junior? ih gombalnya kaku? kalimat kalimatnya kenapa jadi gitu heh, di novel kan 'ngena banget and blablabla..."
Pokona teh kumaha nya imajinasi dan ekspektasi saya tuh yah Dilannya mungkin Adipati atau Jefri Nichol hahaha! Yah kumaha atuh ya dek Iqbal namanya juga umur 25 tahun ekspektasi sama imajinasi Dilannya maunya yang "mateng" aja gitu hahahaha
But, it's okay. Sebenarnya Iqbal cuma kegantengan aja ko jadi Dilan (bukan berarti Adipati sama Jefri Nichol ga ganteng ya. Ganteng ko. Cuma ayah Pidi mungkin maunya yang setengah mateng krenyes krenyes wkwk) dan orang-orang yang punya ekspektasi seperti saya yah itu hanya sedang tidak percaya diri aja. Gitu bal~~
Oke.
Jadi saya mulai liat-liat trailernya, promo filmnya, mengingat kembali kalimat per kalimat di novelnya, semuanya deh tentang Dilan❤
Hal ini saya lakukan untuk meluruskan lagi tentang apa yang dibaca dengan imajinasi atau ekspektasi setiap orang pasti akan berbeda-beda.
Betul sih. Ga ada yang salah. Yang salah saipul jamil. #krik
Jadi saya mulai liat-liat trailernya, promo filmnya, mengingat kembali kalimat per kalimat di novelnya, semuanya deh tentang Dilan❤
Hal ini saya lakukan untuk meluruskan lagi tentang apa yang dibaca dengan imajinasi atau ekspektasi setiap orang pasti akan berbeda-beda.
Betul sih. Ga ada yang salah. Yang salah saipul jamil. #krik
25 Januari 2018 lalu adalah hari tayang perdana film Dilan 1990 di seluruh bioskop Indonesia.
Dan saya termasuk orang yang nonton perdana filmnya. Hore, jangan? Hore dong. Jarang-jarang nonton perdana film. Apalagi film drama.
Wait, saya ga nonton sendiri ko. Sama Ari. Siapa Ari? Ariku, dari tahun 2007 haha apaansih. Tumben, si Ari mau. Yah walaupun sepanjang film selalu bilang "Emang gitu han di novelnya?" hmhh bikin tarik napas panjang. Hahaha...
Dan fyi, saya nonton dua kali lho. Tepuk tangan.
Ini film drama yang saya tonton sampai dua kali di bioskop. Kualat kecewa sama Iqbal. Hahaha.
Ga ga bukan sama Ari lagi ko, yang kedua kalinya saya nonton sama keponakan. Kayanya keponakan saya nonton, justru bukan karena filmnya. Tapi karena dia fansnya Iqbal. Kenapa? Karena setelah selesai nonton, cita-citanya berubah jadi ingin menikah dengan Iqbal huft-____-
Ini film drama yang saya tonton sampai dua kali di bioskop. Kualat kecewa sama Iqbal. Hahaha.
Ga ga bukan sama Ari lagi ko, yang kedua kalinya saya nonton sama keponakan. Kayanya keponakan saya nonton, justru bukan karena filmnya. Tapi karena dia fansnya Iqbal. Kenapa? Karena setelah selesai nonton, cita-citanya berubah jadi ingin menikah dengan Iqbal huft-____-
Baik. Dua kali nonton, menurut saya film ini, bapernya lumayan. Lumayan bikin baaaaper mulu.
Ah! Terbukti dari beberapa penonton abg abg yang histeris liat Dilan yang lagi gombalin Milea. Emang Iqbalnya juga sih! meraninnya kenapa harus lucu, semanis dan seimut itu. Kan kesel. Gemes. Pengen gendong.
Lumeeerrrr lumeeerr bal hati neng.
Ah! Terbukti dari beberapa penonton abg abg yang histeris liat Dilan yang lagi gombalin Milea. Emang Iqbalnya juga sih! meraninnya kenapa harus lucu, semanis dan seimut itu. Kan kesel. Gemes. Pengen gendong.
Lumeeerrrr lumeeerr bal hati neng.
Iya. Iya saya salah ternyata Iqbal pas banget berperan jadi Dilan. Bikin susah move on.
Vanesa sebagai Milea juga berhasil memerankan adegannya dengan cukup menggemaskan. Saya gak paham juga sih, Vanesa ini kan adik dari Sisy Priscillia, kenapa bisa mirip banget gitu ya. Dulu ibunya pas hamil nyidam apa si? Ko bisa gitu anak perempuannya kalo akting. Gemes gemesin banget. Lucu.
Para pemain yang terlibat juga cukup bagus memerankan adegannya masing-masing.
Ya saya percayalah, ayah Pidi pasti memilih pemain yang tidak main-main dan sudah pasti juga melalui proses yang cukup panjang. 4 tahun yang lalu novel Dilan 1990 ini terbit, dan menggemparkan seluruh masyarakat pembaca. Dan tahun 2018 ini kembali meramaikan lagi dengan diadaptasikannya novel tersebut ke sebuah film bergenre drama. Keren. 12 hari 4juta penonton. Jangan lupa sedekah. Hahaha
Dilan ini memang istimewa karena keunikannya. Sayang, latar film '90annya menurut saya agak kurang. Susah juga kali ya tahun 2018 dijadiin 1990. Anyway, salut buat Iqbal, Vanesa, dan para pemain juga tim film Dilan 1990 untuk segala kerja keras serta usahanya. Saya tau proses pembuatan film memang susah. Jangankan film layar lebar. Film pendek aja meuni riweuh prosesnya teh. Hihi
Oke, baik. Untuk film ini nilainya 80% hampir sempurnalah ya, 20% marketing pemasarannya yang oke banget sampe bisa menarik jutaan penonton hahaha. Namun menurut saya tetep sih the best novelnya❤ karena di setiap kalimatnya itu bikin kita jatuh cinta lagi aja dengan cara yang sederhana.
Mungkin bener, kalo mau nonton film Dilan ini yang paling penting adalah -memasukkan kembali jiwa abg '90an ke dalam raga kita- agak susah memang. Apalagi nontonnya bareng abg zaman now, baru di 'hai' in juga baper hadeh...
Mungkin bener, kalo mau nonton film Dilan ini yang paling penting adalah -memasukkan kembali jiwa abg '90an ke dalam raga kita- agak susah memang. Apalagi nontonnya bareng abg zaman now, baru di 'hai' in juga baper hadeh...
Sekian dulu aja ah dari saya untuk review film Dilan 1990, ga akan ada abisnya liat adek adek gemes ini, maunya ikut nimbrung aja gitu hahaha. Sayang, saya sudah punya Dilan versi saya☺❤ panglima juga ko. Waktu zamannya.
Terimakasih ayah Pidi, keisengan mu menulis dan memfilmkan tulisanmu membuat banyak orang mesam mesem sendiri mengingat masa lalunya. Termasuk saya❤❤❤
Ditunggu kelanjutannya, Yah.
Salam Rindu, Hani.
*maafkan jika garing, namanya juga coba-coba. sambil iseng ga bisa tidur. ga apa apa ya yang penting usaha.
Ditunggu kelanjutannya, Yah.
Salam Rindu, Hani.
*maafkan jika garing, namanya juga coba-coba. sambil iseng ga bisa tidur. ga apa apa ya yang penting usaha.






