Minggu, 12 Februari 2012

LOVE

Valentine, sebuah hari di bulan Februari yang katanya penuh kasih sayang, penuh cinta. Namun katanya lagi, cinta tak perlu dirayakan hanya di sebuah hari. Berbicara tentang cinta, orang dewasa tak akan pernah bisa mendeskripsikannya karena mereka terlalu takut dan egois. ada beberapa orang yang bilang “cinta itu dari mata turun ke hati” lalu ada juga yang bilang “cinta itu buta”. 'Cinta adalah memberi dan menerima, blablabla…,' itulah kata mereka. Sangat terlihat mereka terlalu berhati-hati ketika berbicara tentang cinta, dan lo tau apa yang didapat? Ketika lo terlalu berhati-hati, lo hanya menghasilkan yang “bukan diri sendiri”. Jadi sebenarnya cinta itu bisa melihat apa tidak? We all have a different perspective. But i can see it crystal clear. contohnya, gue punya temen. cantik, gaul, kaya, dan hidup dengan berbagai kelebihan lainnya. tapi pacarnya hanya seorang cowo biasa, dengan tampang pas-pasan, dan hanya mengendarai sepeda motor. Temen-temen gue selalu mengatakan bahwa dia bisa dapetin cowo yang jauh lebih baik. Dan lo tau? setiap kali mendengar pendapat kami, temen gue bilang “cinta itu buta!”. gue mikir kenapa kalimat yang kaya gitu hanya dilontarkan ketika manusia melakukan hal-hal yang tidak masuk akal saja. Seems not fair right? Ketika kita melakukan sesuatu yang tidak masuk akal, sepertinya itu bukan karena love is blind. Tapi karena kita not strong enough to control ourselves. Love is appreciate the differences. Hidup itu koeksistensi, ada kaya karena ada miskin, ada tinggi karena ada rendah. Perbedaan tidak seharusnya dijadikan diskriminasi. Pasangan berbeda strata sosial, pasangan berbeda ras, dan pasangan berbeda agama. Pasangan dengan perbedaan-perbedaan tersebut cenderung menemukan kesulitan dan tingkat masalah yang lebih tinggi. Itu karena kita hidup dengan mendengarkan dan menghargai opini publik serta budaya. Tapi pernah mikir ga gimana jadinya jika kita hidup tanpa perbedaan? Beda-beda aja masih bosen, apalagi sama semua. And did you ever realized, loves that unites the differences? Maka dari itu gue ga pernah takut untuk mencintai sesuatu yang melawan arah atau berbeda dengan yang lain karena gue yakin, it's not because love is blind, but because love is too clear to see. Dan jika seseorang melakukan hal yang tidak masuk akal untuk cinta, itu juga bukan karena love is blind, tapi karena we are human. And human do the things that make no sense. *ditulis dari apa yang pernah gue baca*

1 komentar: